Sunday, February 19, 2012

Hijab




"You only see what I CHOOSE you to see, 
Is that not freedom?" 
Oh yeah!! Super cool! Speak to my face!
 Look at my face not anywhere else... :)
 How can anyone say that is not dignity?
 MasyaAllah.
 (Wardina)

Wednesday, February 15, 2012

Perbedaan Suami dan Istri adalah perbedaan seorang laki2 dan wanita.

Wanita selamanya merindukan keluarga dan rumah tempat kelahirannya, ..

tempat ia tumbuh, tempat ia dibesarkan dan tempat ia belajar.

Akan tetapi ia harus membiasakan dirinya dengan kehidupan yang baru.

Dia harus menyesuaikan kehidupannya dengan laki2 yang kini telah menjadi suaminya, pemeliharanya dan ayah bagi anak2nya…

Disaat dia berdiri berarti dia beribadah,

Disaat dia duduk berarti dia berbuat taat,

Ketika dia berusaha mendapatkan ridho dengan apa yang disukai suaminya… dia mendapatkan pahala ..

Dan tatkala dia menjalankan tugas berkhidmat (memberi pelayanan) kepada suaminya, dia mendapatkan ganjaran…. — copas dari seorang teman ^^

UNTUK KEUTUHAN RUMAH TANGGA



Jika hakikat pernikahan adalah karena SEX, maka pasangan rajin bertengkar jika servis di kamar tidur tidak lagi memuaskan.

Jika hakikat pernikahan adalah karena HARTA, maka pasangan bakal bubar jika bangkrut.

Jika hakikat pernikahan adalah karena BEAUTY/BODY,
pasangan bakal lari jika rambut beruban dan muka keriput atau badan jadi gemuk dan keriput.

Jika hakikat pernikahan adalah karena ANAK,
maka pasangan akan cari alasan utk pergi jika buah hati (anak) tidak hadir.

Jika hakikat pernikahan adalah karena KEPRIBADIAN,
pasangan akan lari jika orang berubah tingkah lakunya.

Jika hakikat pernikahan adalah karena CINTA,
hati manusia itu tidak tetap dan mudah terpikat pada hal-hal yang lebih baik,
lagipula manusia yang dicintai pasti MATI / PERGI.

Jika hakikat pernikahan adalah karena IBADAH kepada ALLAH,
sesungguhnya ALLAH itu KEKAL dan MAHA PEMBERI HIDUP kpd makhlukNYA.

Dan ALLAH mencintai hambaNYA melebihi seorang ibu mencintai bayinya.
Maka tak ada alasan apapun didunia yang dapat meretakkan rumah tangga kecuali jika pasangan mendurhakai ALLAH.

Do’a termakhtub dalam QS Al Furqon (25):74:

" Ya Tuhan kami, jadikanlah pasangan hidup kami dan anak-anak kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami panutan bagi orang-orang yang bertaqwa."
copas dari seorang teman ^^

Monday, February 13, 2012

~ KISAH JILBAB HATI ~



Bismillaahiir rahmannir rahiim...

Ada seorang wanita yang dikenal Taat Beribadah. Ia kadang menjalankan Ibadah Sunnah. Hanya satu kekurangannya. Ia Tak Mau Berjilbab. Menutup Auratnya. Setiap kali ditanya Ia hanya Tersenyum dan Menjawab, “Insya Allah. Yang penting Hati dulu yang Berjilbab.”

Sudah banyak orang yang Menanyakannya maupun Menasehatinya. Tapi jawabannya tetap sama.

Hingga di suatu Malam…
Ia bermimpi sedang di sebuah Taman yang sangat Indah. Rumputnya Sangat Hijau, berbagai Macam Bunga Bermekaran. Ia bahkan bisa merasakan Segarnya Udara dan Wanginya Bunga. Sebuah Sungai yang Sangat Jernih hingga dasarnya Kelihatan, Melintas di Pingir Taman...

Semilir Angin pun Ia rasakan di sela-sela jarinya. Ia tidak sendiri. Ada beberapa Wanita disitu yang terlihat juga Menikmati Keindahan Taman. Ia pun Menghampiri salah Satu Wanita. Wajahnya sangat Bersih, seakan-akan Memancarkan Cahaya yang Sangat Lembut...

“Assalamualaikum, Saudariku..”
“Wa alaikumsalam.. Selamat Datang, Saudariku.”
“Terima kasih. Apakah ini Surga?”
Wanita itu Tersenyum.
“Tentu saja bukan, Saudariku. ini hanyalah Tempat Menunggu sebelum ke Surga.”
“Benarkah ?! Tak bisa kubayangkan seperti apa Indahnya Surga jika Tempat Menunggunya saja sudah Seindah ini.”
Wanita itu Tersenyum lagi.
“Amalan apa yang bisa membuatmu kemari, Saudariku ?!”
“Aku selalu Menjaga waktu Sholat dan Aku Menambahnya dengan Ibadah Sunnah.”
“Alhamdulillaah. . .”

Tiba-tiba jauh di ujung Taman, Ia melihat sebuah Pintu yang Sangat Indah. Pintu itu Terbuka. Dan Ia melihat Beberapa Wanita yang Berada di Taman mulai Memasukinya satu Persatu...

“Ayo, kita Ikuti mereka.” kata Wanita itu sambil Setengah Berlari.
“Apa di balik Pintu itu?” katanya sambil mengikuti Wanita itu.
“Tentu saja Surga, Saudariku” Larinya Semakin Cepat.
“Tunggu…Tunggu Aku..” Ia Berlari namun Tetap Tertinggal.

Wanita itu hanya Setengah Berlari sambil Tersenyum Padanya. Ia tetap Tak Mampu Mengejarnya meski Ia sudah Berlari. Ia lalu Berteriak, ” Amalan Apa yang telah Kau Lakukan Hingga Kau begitu Ringan ?!”
“Sama Denganmu, Saudariku.” Jawab Wanita itu sambil Tersenyum...

Wanita itu Telah Mencapai Pintu. Sebelah Kakinya telah Melewati Pintu. Sebelum Wanita itu Melewati Pintu sepenuhnya, Ia Berteriak pada Wanita itu, “Amalan Apalagi yang Kau Lakukan yang Tidak Kulakukan ?!”

Wanita itu Menatapnya dan Tersenyum. Lalu Berkata, “Apakah kau tak Memperhatikan Dirimu apa yang Membedakan dengan Diriku ?!”
Ia sudah kehabisan Napas, Tak Mampu lagi Menjawab...

“Apakah kau mengira Rabb-Mu akan Mengijinkanmu Masuk ke Surga-Nya Tanpa Jilbab Menutup Auratmu ?!”
Tubuh Wanita itu telah Melewati Pintu, tapi tiba-tiba Kepalanya Mengintip keluar, Memandangnya dan Berkata, “Sungguh Sangat Disayangkan Amalanmu Tak Mampu Membuatmu Mengikutiku Memasuki Surga ini. Maka Kau Tak Akan Pernah Mendapatkan Surga ini untuk Dirimu. Cukuplah Surga hanya Sampai di Hatimu karena Niatmu adalah Menghijabi Hati. . .”

Ia tertegun...
lalu Terbangun...
Beristighfar lalu Mengambil Air Wudhu. Ia Tunaikan Sholat Malam. Menangis dan Menyesali Perkataannya dulu...
Berjanji pada Allah Sejak Saat itu Ia akan Menutup Auratnya...

SUBHANALLAAH...

Mari Para Ukhti...
~ Jangan Menunggu Di Jilbabkan
sebelum Engkau Mengenakan
Jilbab Terkahirmu (Kain Kafan). . .

Wahai para Ukhti...
~ Jangan Menanti Esok Hari,
Karna Esok kita Tidak Tahu
Batasan Umur kita sampai kapan. . .

Wahai Para Ukhti
~ Jangan Menunggu Hidayah Allah,
Datang Menjemputmu, Tapi kamulah
yang Harus Menjemput Hidayah itu. . .

Wahai Para Ukhti...
~ Jangan Sampai Penyesalan Menghampirimu di Hari akhirmu (Mati). . .

Wahai Para Ukhti...
~ Dengan Menutup Auratmu, Kau telah Melindungi Mata para Akhi dari Zinah & Fitnah Dunia. . .

Wahai Para Ukhti...
~ Berjilbablah demi Kebaikanmu &
Harga Dirimu yang Indah. . .

Wahai Para Ukhti...
~ Berjilbablah agar kau Menjadi
Mutiara Terindah & Bidadari
Perindu Surga. . .

Repost By : "Adindaku", my inspiration.

Assalamu'alaikum
warahmatullahi Wabarakatuh. . .
Semoga Bermanfaat...
Silahkan Di Share buat Sahabat Fillah
Yg kita Cintai, Bagikan sebanyak2nya..

Ramdhani. A (^_^)
ini hasil copas, semoga penulisnya mendapatkan pahala dari amalannya ini, aamiin

Thursday, March 17, 2011

Kehamilan Kelima

subhanalloh walhamdulillah...
tak bisa tergambarkan bagaimana bersyukurnya umi...
setelah mengetahui hasil...
bahwa....
umi...
P-O-S-I-T-I-F  H-A-M-I-L !!!

seneeeeeng banget...
pingin jingkrak-jingkrak rasanya...
pingin senyum yg teramat sangat lebar saking gembiranya...

kehamilan kelima ini...
rasanya seperti mengalami kehamilan pertama...
deg-degan...
seneng...
sekaligus khawatir....

kenapa y?
karena ini masa fakum terlama umi setelah melahirkan anak ke empat ^_*
rasanya kangen sekali pingin hamil lagi...
merasakan perut yg semakin membesar setiap waktunya selama 9 bulan
pingin menimang lagi baby yg imut2 ^_^
pingin cium wangi2nya yg asem2 enak setiap hari ....

tapi yg paling utama ialah...
semakin mensyukuri betapa besar kuasa Alloh terhadap diri ini (perempuan)...
yg telah diberikan kepercayaan oleh Alloh SWT yg begitu besar...
untuk hamil, melahirkan dan membesarkan anak...


jihadnya seorang perempuan di dalam Islam...
semoga...
umi bisa meraih itu semua...
meraih Ridho dan Rahmat Alloh SWT

amin... amin... amin
alhamdulillah
^_^

Sunday, November 14, 2010

Do'a Untuk Orang Yg Sudah Pergi Meninggalkan Kita Lebih Dahulu Tuk Menghadap Illahi Rabbi

Bismillahirahmaanirrahiim

...اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ [وَعَذَابِ النَّارِ]

Ya Allah, Ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” (HR. Muslim 2/663)

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلإِيْمَانِ، اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ.

“Ya Allah! Ampunilah kepada orang yang hidup di antara kami dan yang mati, orang yang hadir di antara kami dan yang tidak hadir ,laki-laki maupun perempuan. Ya Allah! Orang yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkan dengan memegang ajaran Islam, dan orang yang Engkau matikan di antara kami, maka matikan dengan memegang keimanan. Ya Allah! Jangan menghalangi kami untuk tidak memper-oleh pahalanya dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya.” ( HR. Ibnu Majah 1/480, Ahmad 2/368, dan lihat Shahih Ibnu Majah 1/251)

اَللَّهُمَّ إِنَّ فُلاَنَ بْنَ فُلاَنٍ فِيْ ذِمَّتِكَ، وَحَبْلِ جِوَارِكَ، فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَقِّ. فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

“Ya, Allah! Sesungguhnya Fulan bin Fulan dalam tanggunganMu dan tali perlindunganMu. Peliharalah dia dari fitnah kubur dan siksa Neraka. Engkau adalah Maha Setia dan Maha Benar. Ampunilah dan belas kasihanilah dia. Sesungguhnya Engkau, Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.” (HR. Ibnu Majah. Lihat Shahih Ibnu Majah 1/251 dan Abu Dawud 3/21)

اَللَّهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنُ أَمْتِكَ احْتَاجَ إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، إِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِيْ حَسَنَاتِهِ، وَإِنْ كَانَ مُسِيْئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ.

Ya, Allah, ini hambaMu, anak hambaMu perempuan (Hawa), membutuhkan rahmatMu, sedang Engkau tidak membutuhkan untuk menyiksanya, jika ia berbuat baik tambahkanlah dalam amalan baiknya, dan jika dia orang yang salah, lewatkanlah dari kesalahan-nya. (HR. Al-Hakim. Menurut pendapatnya: Hadits ter-sebut adalah shahih. Adz-Dzahabi menyetujuinya 1/359, dan lihat Ahkamul Jana’iz oleh Al-Albani, halaman 125)


...اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ [وَعَذَابِ النَّارِ]

Ya Allah, Ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” (HR. Muslim 2/663)

Tentang Kematian

Tak ada yang harus dikhawatirkan dalam kematian.
Ia adalah pintu yang setiap orang pasti memasukinya.
Tetapi yang menjadi masalah serius adalah, apa yang terjadi setelah kematian?
apakah berupa taman dan sungai yang mengalir, dalam tempat yang dijanjikan Allah;
ataukah berupa kesesatan dan api yang bergejolak?
(Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Uraifi)

Renungkanlah nasib saudaramu yang kini telah dikubur;
Dulu ia begitu menikmati pemandangan yang dilihat.
Kini matanya telah copot;
Dulu perkataannya begitu fasih.
Kini cacing tanah telah memakan mulutnya;
Dulu ia selalu tertawa.
Kini giginya hancur terbenam tanah.
Cermati dan perhatikan.
Yakinlah bahwa apa yang telah ia alami akan engkau alami
(Syaikh Muhammad bin Husain Ya'qub)

Apakah kamu mempunyai obat penangkal maut?
Apakah kamu memiliki tempat berlari darinya...
atau dia akan berpaling menghindarimu?
Apakah kamu tidak tau...
bahwa kematian tidak mengenal yang kecil dan dewasa,
yang kaya dan yang miskin,
yang kuat dan yang lemah.
Ia juga tidak tau mana yang mulia dan yang hina...
(Syaikh Muhammad bin Husain Ya'qub)

Copas dari Buku Malam Pertama Dalam Kubur
Dr.Muhammad Bin Abdurrahman Al Uraify
Dr. A"idh Bin Abdullah Al Qarni,
MA Syaikh Muhammad Bin Husain Ya'qub