Sunday, November 14, 2010

Do'a Untuk Orang Yg Sudah Pergi Meninggalkan Kita Lebih Dahulu Tuk Menghadap Illahi Rabbi

Bismillahirahmaanirrahiim

...اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ [وَعَذَابِ النَّارِ]

Ya Allah, Ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” (HR. Muslim 2/663)

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلإِيْمَانِ، اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ.

“Ya Allah! Ampunilah kepada orang yang hidup di antara kami dan yang mati, orang yang hadir di antara kami dan yang tidak hadir ,laki-laki maupun perempuan. Ya Allah! Orang yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkan dengan memegang ajaran Islam, dan orang yang Engkau matikan di antara kami, maka matikan dengan memegang keimanan. Ya Allah! Jangan menghalangi kami untuk tidak memper-oleh pahalanya dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya.” ( HR. Ibnu Majah 1/480, Ahmad 2/368, dan lihat Shahih Ibnu Majah 1/251)

اَللَّهُمَّ إِنَّ فُلاَنَ بْنَ فُلاَنٍ فِيْ ذِمَّتِكَ، وَحَبْلِ جِوَارِكَ، فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَقِّ. فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

“Ya, Allah! Sesungguhnya Fulan bin Fulan dalam tanggunganMu dan tali perlindunganMu. Peliharalah dia dari fitnah kubur dan siksa Neraka. Engkau adalah Maha Setia dan Maha Benar. Ampunilah dan belas kasihanilah dia. Sesungguhnya Engkau, Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Penyayang.” (HR. Ibnu Majah. Lihat Shahih Ibnu Majah 1/251 dan Abu Dawud 3/21)

اَللَّهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنُ أَمْتِكَ احْتَاجَ إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، إِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِيْ حَسَنَاتِهِ، وَإِنْ كَانَ مُسِيْئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ.

Ya, Allah, ini hambaMu, anak hambaMu perempuan (Hawa), membutuhkan rahmatMu, sedang Engkau tidak membutuhkan untuk menyiksanya, jika ia berbuat baik tambahkanlah dalam amalan baiknya, dan jika dia orang yang salah, lewatkanlah dari kesalahan-nya. (HR. Al-Hakim. Menurut pendapatnya: Hadits ter-sebut adalah shahih. Adz-Dzahabi menyetujuinya 1/359, dan lihat Ahkamul Jana’iz oleh Al-Albani, halaman 125)


...اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ [وَعَذَابِ النَّارِ]

Ya Allah, Ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” (HR. Muslim 2/663)

Tentang Kematian

Tak ada yang harus dikhawatirkan dalam kematian.
Ia adalah pintu yang setiap orang pasti memasukinya.
Tetapi yang menjadi masalah serius adalah, apa yang terjadi setelah kematian?
apakah berupa taman dan sungai yang mengalir, dalam tempat yang dijanjikan Allah;
ataukah berupa kesesatan dan api yang bergejolak?
(Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Uraifi)

Renungkanlah nasib saudaramu yang kini telah dikubur;
Dulu ia begitu menikmati pemandangan yang dilihat.
Kini matanya telah copot;
Dulu perkataannya begitu fasih.
Kini cacing tanah telah memakan mulutnya;
Dulu ia selalu tertawa.
Kini giginya hancur terbenam tanah.
Cermati dan perhatikan.
Yakinlah bahwa apa yang telah ia alami akan engkau alami
(Syaikh Muhammad bin Husain Ya'qub)

Apakah kamu mempunyai obat penangkal maut?
Apakah kamu memiliki tempat berlari darinya...
atau dia akan berpaling menghindarimu?
Apakah kamu tidak tau...
bahwa kematian tidak mengenal yang kecil dan dewasa,
yang kaya dan yang miskin,
yang kuat dan yang lemah.
Ia juga tidak tau mana yang mulia dan yang hina...
(Syaikh Muhammad bin Husain Ya'qub)

Copas dari Buku Malam Pertama Dalam Kubur
Dr.Muhammad Bin Abdurrahman Al Uraify
Dr. A"idh Bin Abdullah Al Qarni,
MA Syaikh Muhammad Bin Husain Ya'qub

Tuesday, October 19, 2010

Memahami...

Note ini bagus sekali...
subhanalloh walhamdulillah...
umi jadi ingat masa2 awal menikah dulu...
ternyata...
banyak yg masih harus dipelajari...
banyak yg mesti diketahui...

setelah umi menikah...
susah senang hanya kita bagi bersama (suami-istri) itu benar...
jangan sampai orang tahu bagaimana susahnya kita...
tapi...
kala berbahagia...
jangan pula disembunyikan...
berbagilah...
terutama untuk orangtua kita dan keluarga terdekat kita...


banyak yg umi simpan...
termasuk salah satunya...
note ini...
umi berharap...
kelak...
anak2 umi bisa membacanya...
dan mengambil hikmahnya...
insyaAlloh

= Memahami Rancangan Alloh SWT ==

by RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF on Wednesday, October 20, 2010 at 5:22am

Seorang wanita yg baru saja menikah datang pd ibunya & mengeluh soal tingkah laku suaminya.

Setelah pesta pernikahan yg gegap gempita beberapa waktu lalu, baru ia tahu karakter asli sang suami.
Keras kepala, suka bermalas-malasan, boros dsb...

Ibu muda itu berharap orang tuanya ikut menyalahkan suaminya.
Namun betapa kagetnya ternyata ibunya diam saja.
Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putrinya trus bercerita & mengikutinya.

Sang ibu lalu memasak air.
Setelah sekian lama, air mendidih.
Sang ibu menuangkan air panas itu kedalam 3 gelas yg telah disiapkan.

Di gelas pertama, ia masukkan Telur.
Digelas kedua, ia taruh Wortel &
digelas ketiga, ia bubuhkan Kopi.

Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ke 3 gelas tadi.
Wortel yg keras menjadi lembut,
Telur yg mudah pecah menjadi Keras &
Kopi yg panas memancarkan aroma yg harum.

Lalu sang ibu menjelaskan,
"Nak masalah itu bagaikan air mendidih,
namun,
bagaimana sikap kitalah yg akan menentukan hasilnya.

Kita bisa menjadi :
Lembek seperti Wortel.
Mengeras seperti Telur.
Atau menjadi harum seperti Kopi yg panas.

Dalam setiap masalah, sebenarnya tersimpan mutiara iman yg berharga.
Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik2 saja, tapi apakah kita dapat tetap percaya pada saat pertolongan Tuhan seolah-olah tdk kunjung datang?

Ingatlah dalam setiap masalah TUHAN punya rencana buat kita krn Rancangan-NYA yg damai sejahtera untuk memberikan kpd kita hari depan yg penuh harapan

Hari ini kita belajar dari 3 reaksi orang saat menghadapi masalah yg datang.
Ada yg jadi lembek, suka mengeluh & mengasihi diri.
Ada yg mengeras marah & berontak pd Tuhan,
tapi Ada jg justru semakin harum,semakin taat & mau berserah percaya pada-Nya.

Adakalanya Tuhan sengaja menunda pertolongan-Nya Dgn tujuan,
agar kita belajar percaya,
bahwa tdk pernah ada masalah yg tidak dpt diselesaikan oleh-NYA

Sumber artikel oleh :Yeny Herliana (Civitas Youth Islamic Study Club (YISC) Al-Azhar Jakarta, Nafta)

Friday, October 1, 2010

Kata2 Yang Bikin Umi Semangat

Kelebihan dan Keistimewaan Wanita Sholehah from Kata-kata Hikmah (Baca y Friends ^_^)

by Ogy Febri Adlha September 30 at 12:37pm

catatan ini, umi ambil dari FB Kata-kata Hikmah #5
setelah membacanya...umi semakin yakin...
dengan apa yg umi jalani sekarang ini...
"full time mom"
dan sangat bersyukur karena Alloh SWT memberikan kekhususkan tuk para wanita muslimah
alhamdulillah

Sahabat Hikmah...Kadang saya HERAN, menurut Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam kebanyakan penduduk neraka adalah wanita.

“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)

Padahal pintu-pintu kebaikan dan pintu-pintu surga terbuka buat wanita, dan Allah telah memudahkan wanita untuk masuk ke dalam surga, dan wanita telah mendapatkan KELEBIHAN dan KEISTIMEWAAN:

1. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang sholeh.

2. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama Rasulullah S.A.W. di dalam syurga.

3. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.

4. Dari Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka."

5. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

6. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

7. Wanita yang taat kepada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).

8. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dia kehendaki.

9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (dengan jarak 10,000 tahun perjalanan).

10. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

11. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T.

12. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

13. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

14. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.

15. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

16. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1,000 pria yang jahat.

17. Rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

18. Wanita yang memberi minum air susu ibu (asi) kepada anaknya daripada badannya (susu badannya sendiri) akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

19. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.

20. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.

21. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakult.

22. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

23. Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

24. Wanita yang menguli tepung gandum dengan “bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.

25. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.

26. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

27. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.28. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

29. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

30. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun sholat.

31. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo(2½ thn),maka malaikat-malaikat dilangit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib baginya. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

32. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.

33. Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga.

34. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

35. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

Wallahu a’lam bishowab Semoga dapat mengambil hikmahnya dan mengamalkannya.

Monday, September 6, 2010

berlomba...

kehidupan ini akan terus berjalan...
tak akan menunggu...
tak akan menanti...
diri yg sdg terdiam...
diri yg sdg tertidur...
diri yg sdg tak tersadarkan...

rodanya akan terus berputar...
sampai batas akhirnya nanti...

bergeraklah...
bangunlah...
sadarlah...

karena...
diluar sana...
banyak sekali...
yg berlomba-lomba...

meskipun mereka tertatih...
meskipun mereka berjalan...
dan bahkan ada yg berlari...
mengumpulkan setiap amalan kebaikan...
yg bisa dikerjakan...
yg bisa ditemukan...
yg bisa diusahakan...
dalam kehidupan ini...

Sunday, September 5, 2010

seakan-akan...

seakan-akan ada yg mengejar...
rasa khawatir...
rasa sedih...
rasa takut...

tak bisa bertemu dg bulan Ramadhan lagi...
tak bisa bertemu dg keluarga yg disayangi...
tak bisa bertemu dg sanak saudara nun jauh disana...

rasa itu...
semakin mendekat...
membuat diri ini gelisah...
karena masih banyak hal...
yang tertunda dan diangankan...
belum dijalani...

ya Rabb...
semoga tak ada penyesalan...
ketika diri ini berhasil dikejar...
semoga dalam keadaan siap...
ketika diri ini akan dibawa serta...

Y Ghofur... y Ghofur... y Ghofur
ampuni diri ini y Alloh

Friday, September 3, 2010

SENDIRI

sedih...

sepi...
dan
sunyi...

s-e-n-d-i-r--i

setelah sekian lama...
akhirnya mulai pagi ini...
umi sendirian lagi di rumah...
tak ada canda tawa anak2...
bahkan suara anak umi yg paling kecil pun...
tak terdengar...

anak2...
silih berganti...
meninggalkan umi...
tuk pergi ke sekolah...

Ya Alloh Y Rabb...
umi harus sudah mulai membiasakan diri...
tanpa anak2...
yg tak selalu akan menemani umi...

kata abinya anak2...
ini adalah latihan pertama untuk umi...
ditinggal anak2...
karena...
bila mereka sudah besar nanti...
mereka akan mempunyai kehidupan masing2...

sekarang...
belajarlah tuk menerimanya...

walaupun itu susah...